Selasa, 15 April 2014

Satu tetes Air Susu Mama........


Ada seorang ibu ingin meminjam uang dari anaknya yang telah mapan.

Dengan suara direndahkan terdengar sayup-sayup disertai rasa malu ia berkata : "Nak, bolehkah ibu meminjam uang 1.000.000? Ibu ada perlu...".

Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma, nanti saya tanya istri dulu?", seakan berat untuk mengiyakan.

Ketika akan beranjak pergi ia melihat dus susu anaknya dan masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 jt.

Dia berfikir susu paling baik untuk anak adalah ASI harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar??

Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Ibu, dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya tanpa pamrih, gratis. Maafkan anak durhaka ini yang tidak tahu balas budi dan aku tahu aku tak mampu membalas kebaikanmu.

Segera ia mendatangi ibunya dan memeluknya, mengecup keningnya dan memberikan uang Rp 3 jt di dompetnya dan berkata: "Ma, jangan berkata pinjam lagi, hartaku adalah milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu".

Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan Mama selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di Sorga.

Selamat sore.... Semoga Bermanfaat. GBU

Cinta sejati adalah menerima apa adanya

Pagi itu klinik sangat sibuk.
Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.

Aku menyiapkan berkasnya & memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, & nampaknya cukup baik & kering, tinggal membuka jahitan & memasang perban baru.

Pekerjaan yg tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.

Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu & istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.

Aku sangat terkejut & berkata, “Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?”

Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata,
“Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?”

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding.

Cinta kasih seperti itulah yg aku mau dalam hidupku?
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, & yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.

Hidup bukanlah sekadar berjuang menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah badai... laksana Cinta yang terus menari ditengah derai hujan....

Pedagang Kuda


Pagi itu seorang pedagang kuda sedang duduk termenung seorang diri, sambil menunggu seekor kuda yang sedang dijual. Namun malangnya, selama tiga hari berturut-turut dia membawa kudanya ke pasar, tidak ada seorangpun yang mendekat untuk melihat kudanya, oleh sebab itu dia memutuskan untuk segera mencari Bole agar membantunya. Bole adalah seorang pelatih kuda terkenal.

Begitu bertemu dengan Bole, dia menceritakan kesulitannya, "Saya mempunyai seekor kuda yang akan di jual. Tetapi telah tiga hari berturut-turut saya membawanya ke pasar, tidak ada seorangpun yang tertarik." Bole mendengarkan penjelasan dari tamunya dengan seksama.

"Maukah engkau menolong saya? Besok pagi, engkau ke pasar menunggang kudaku berjalan mengelilingi pasar, setelah itu turun dari pelana kuda dan memeriksa dengan teliti kuda saya. Kemudian sebelum pergi meninggalkan kuda, engkau membalikkan kepala melihatnya sekali lagi. Untuk semua itu saya akan memberi imbalan kepadamu," lanjut pedagang kuda mengakhiri permintaannya.

Bole menyetujuinya, keesokkan harinya dia pergi ke pasar, menunggang kuda tersebut lalu mengeliling pasar. Setelah berkeliling dia turun dari pelana kuda, kemudian memeriksa kuda tersebut, ketika berjalan hendak pergi dia membalikkan badan untuk memandang sebentar pada kuda tersebut.

Begitu Bole meninggalkan tempat tersebut, orang ramai berduyun-duyun mengelilingi pedagang kuda untuk melihat kudanya. Tidak sampai tengah hari, kuda tersebut telah laku dengan harta lebih tinggi 10 kali lipat dari harga yang ditawarkan pada hari-hari sebelumnya.

Kebiasaan orang hanya percaya dengan cara mengekor begitu saja, dengan meniru apa yang dikatakan atau diperbuat oleh seseorang yang dikagumi, tidak peduli apakah yang dilihat dan dipercaya itu benar atau salah, merugikan diri sendiri atau tidak. Percaya yang membabi buta,

Semoga saja apa yang di hasilkan dari PILEG kali ini tidak demikian
-----------------------------
Semoga bermanfaat,... GBU!

Arti Papa di kehidupanmu



Bagi seorang yg sudah dewasa,
yang sedang jauh dari orangtua,
akan sering merasa kangen dgn mamanya.

bagamana dengan papa ?

Mungkin karena mama lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaan mu

Tapi tahukah kamu, jika ternyata papa lah yg mengingatkan mama untuk meneleponmu ?

Saat kecil,
mamalah yg lebih sring mndongeng.
Tp tahukah kmu bhw sepulang papa bekrja dgn wajah lelah beliau slalu menanyakan pd mama ,apa yg kmu lakukan seharian.

Saat kmu sakit batuk/pilek,
Papa kadang mmbentak
"sudah dibilang! jgn minum es!".
Tp tahukah kamu bahwa papa khawatir ?

Ktika kamu remaja,
km mnuntut utk dpt izin kluar malam.
Papa dgn tegas brkata "tidak boleh !"
Sadarkah kmu bhw papa hny ingin menjagamu ?

Krn bagi papa, kamu adlh sesuatu yg sngat berharga.

Saat kmu bisa lebih dipercaya,
Papa pun melonggarkan praturannya.
Km akan mmaksa utk melanggar jam malamnya.

Maka yg dilakukan papa adlh menunggu di ruang tamu dgn sngat khawatir.

Ketika kamu dewasa,dan hrs kuliah di kota lain.
Papa harus mlepasmu.
Tahukah kamu bhw badan papa terasa kaku utk memelukmu?

Dan papa sngat ingin menangis.
Di saat kmu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu, papa hanya mengernyitkan dahi.
Tp tanpa menolak,
beliau memenuhinya.

Saat kmu diwisuda.
Papa adlh org pertama y berdiri dan brtepuk tangan 'tukmu.
Papa akan trsenyum dan bangga

Sampai ketika tman psanganmu datang
utk mminta izin mengambilmu dari papa
Papa akan sngat berhati-hati dlm mmberi izin

Dan akhirnya..
Saat papa melihatmu duduk dipelaminan brsama seorang yg dianggapnya pantas,
Papapun trsenyum bahagia

Apa kmu tahu,
bhw papa sempat pergi ke blakang dan menangis?

Papa menangis krn papa sangat bahagia.

Semoga Putra/i kecilku yg manis berbahagia bersama pasangannya"

Stlh itu papa hny bisa menunggu kedatanganmu brsm cucu-cucunya yg sesekali dtg utk menjenguk

Dgn rambut yg memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu
♥ papa

Semoga bermanfaat TUHAN memberkati!

LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA



Suatu sore, seorang mahasiswa berjalan bersama dosennya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja di hutan. Sang mahasiswa berpaling pada dosennya seraya berkata, "Mari kita sembunyikan sepatunya, lalu kita bersembunyi di balik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian." Dosen itu menjawab, "Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang-senang dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan sesuatu yang
lebih baik, dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya adalah memasukkan uang ke dalam kedua sepatu bututnya. Setelah
itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut." Mahasiswa itu pun melakukan apa yg dikatakan dosennya, lalu mereka bersembunyi di balik semak-semak.

Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas
mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya, ia merasakan
ada benda yg mengganjal. Ia pun merogoh ke dalam sepatu. Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam sepatunya. Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada orang di sekitarnya. Tapi, ia tidak melihat seorang pun disana. Lalu ia memasukkan uang tersebut ke kantongnya, sambil memasang sepatu lainnya. Tapi, lagi-lagi ia terkejut karena ada uang dalam sepatunya yang satu lagi. Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah ke atas. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ada uang. Ia bersyukur atas kemurahan yg Tuhan berikan melalui orang yg ia tidak ketahui. 

Melihat hal itu, sang mahasiswa meneteskan airmata. Ia berpaling pada dosennya seraya berkata, "Kau telah memberiku pelajaran yang tak kan kulupakan. Kini aku mengerti bahwa lebih BERBAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA."

Semoga bermanfaat!

(From:Denny Kurniadi Kusuma)

RUMAH KEHIDUPAN



Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ” katanya, “hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya engerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.